HIPERTENSI : Diam-diam Penyakit
mematikan
Hipertensi masih menjadi PR besar bagi
masalah Kesehatan di Indonesia. Setiap tahunnya peningkatan masyarakat yang
mengidap Hipertensi semakin meningkat. Berdasarkan data Riskesdas 2013,
menunjukkan bahwa sekitar 25,8 % Penduduk Indonesia mengidap Hipertensi.
Ditahun 2016, Survei Indikator
Kesehatan Nasional (Sirkesnas) menyebutkan adanya kenaikan persentase Penduduk
yang mengidap Hipertensi menjadi 32,4 %. Hingga awal tahun 2018 menurut
Riskesdas 2018 menyebutkan penderita Hipertensi meningkat menjadi 34,1 %
Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi sendiri merupakan
peningkatan Tekanan Darah Sistolik lebih dari 140 mmHg dan Tekanan Darah
Distolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima
menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang (United State Departement of
healt and Human Services,2008).
Hipertensi menjadi berbahaya karena memiliki banyak komplikasi.
Stroke, Penyakit Jantung, hingga Gagal Ginjal merupakan Penyakit Katastropik yang
merupakan suatu penyakit yang banyak menyebabkan kematian (Dipiro,et all.,2008).
Prehipertensi dimana Tekanan Darah Sistolik 120-129 mmHg,
dan Tekanan Darah Distolik 80-89 mmHg. Hipertensi tingkat 1 dengan Tekanan
Darah Sistolik 140-159 mmHg dan Tekanan Darah Distolik 90-99 mmHg. Hipertensi
tingkat II memiliki Tekanan Darah Sistolik lebih dari 160 mmHg dan Tekanan
Darah Distolik lebih dari 100 mmHg (United State Departement of healt and Human
Services,2008).
Dalam mengatasi hipertensi, pola hidup sehat harus
diterapkan seperti olahraga teratur, menurunkan berat badan, hindari makanan
berlemak, perbanyak mengkosumsi buah-buahan dan sayuran, hindari atau batasi
dalam penggunaan garam (Dipiro,et all.,2008).
Langkah pengobatan selanjutnya adalah farmakologi. Ada lima
golongan obat yang digunakan untuk penyembuhan hipertensi yaitu golongan ACE
inibito, golongan ARB, golngan Diuretik, golongan Beta Blocker, dan Calcium
Channel Blocker (Dipiro,et all.,2008).
Referensi
:
1. Depertemen Kesehatan. 2013.
Riset Kesehatan Dasar. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
2. Depertemen Kesehatan. 2016.
Survei Indikator Kesehatan Nasional. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
3. Depertemen Kesehatan. 2018.
Riset Kesehatan Dasar. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
4. Dipiro,J.T.,Talbert,R.T.,Yee,G.C,Matze,G.R.,Wells,B.G.,and
Posey,M. 2008. Pharmacotherapy : a Phatophysiologic Approach,8th Edision. New
york : Mc Graw Hill Medika.
5. United State Departement of
healt and Human Services. 2008. Preventio, Detection, Evaluation,and Treatment
of High Blood Pressure.
Komentar
Posting Komentar