Langsung ke konten utama

Farmakopor

Masalah : 1. apa itu farmakopor?

                 2. Bagaimana Prinsip Dari Farmakopor?

                 3. Bagaimana fitur dari farmakopor yang paling banyak digunakan?


          Farmakofor merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebut.
         Farmakofor adalah susunan geometris yang penting dari suatu atom atau gugus fungsi yang diperlukan untuk menghasilkan respons biologis tertentu sehingga dapat dikatakan bahwa farmakofor merupakan bagian penting dari suatu obat. Farmakofor bekerja dengan cara berikatan dengan molekul ligan untuk berinteraksi dengan target reseptor di tempat pengikatan tertentu (Dror et al., 2009)
         Ligan merupakan senyawa aktif yang terikat pada asam-asam amino suatu protein dan dapat berupa molekul organik contohnya adalah kurkumin, tetrasiklin, quercetin dll. Adapun reseptor merupakan molekul tempat terikatnya ligan, umumnya memiliki ukuran molekul yang besar, contohnya adalah enzim dan protein (Syahputra, 2015).
          High Throughput Screening (HTS) merupakan suatu metode yang digunakan untuk pengolahan dataset dalam pengujian aktivitas biologi atau aktivitas biokimia senyawa besar seperti protein atau gen dengan waktu pengujian yang singkat ( Wang et al., 2012).
        Terdapat beberapa macam fitur farmakofor yang biasa digunakan, yaitu diantaranya adalah donor ikatan hidrogen, akseptor ikatan hirogen, hidrofobik, dan area-area yang terionisasi negatif maupun positif. Sebuah fitur farmakofor menggambarkan sebuah sifat tertentu dan tidak terikat hanya oleh suatu gugus tertentu saja. Dengan demikian, gugus-gugus yang mempunyai sifat yang sama akan mempunyai fitur farmakofor yang sama. Pemodelan farmakofor dapat digunakan untuk melakukan skrining senyawa-senyawa dengan fitur-fitur tertentu secara cepat, docking molekuler merupakan metode yang dapat memprediksi interaksi antara ligand dengan reseptornya, sedangkan QSAR merupakan metode yang dapat memprediksi aktivitas biologis suatu senyawa berdasarkan parameter fisika-kimia yang dimiliki oleh senyawa tersebut. Dengan menggabungkan pemodelan farmakofor, docking molekuler, dan QSAR maka diharapkan akan memberikan hasil yang lebih baik daripada penggunaan docking molekuler secara tunggal.
          Tujuan dari skrining virtual adalah untuk menemukan dan mengidentifikasi senyawa yang baru (novel) dan mempunyai aktivitas poten terhadap target yang dituju. Oleh karena itu, salah satu keberhasilan skrining virtual ditunjukkan dengan ditemukannya senyawa-senyawa dengan kerangka struktur yang baru dan menarik. Hit rate yang rendah yang terdiri atas senyawa-senyawa dengan kerangka struktur yang baru dan menarik lebih disukai daripada hit rate yang tinggi tetapi berisi senyawa-senyawa dengan kerangka struktur yang telah diketahui.
         Terdapat beberapa macam fitur farmakofor yang biasa digunakan, yaitu diantaranya adalah donor ikatan hidrogen, akseptor ikatan hirogen, hidrofobik, dan area-area yang terionisasi negatif maupun positif. Sebuah fitur farmakofor menggambarkan sebuah sifat tertentu dan tidak terikat hanya oleh suatu gugus tertentu saja. Dengan demikian, gugus-gugus yang mempunyai sifat yang sama akan mempunyai fitur farmakofor yang sama. Dalam kimia, ikatan hidrogen adalah sejenis gaya tarik antar molekul atau antar dipol-dipol yang terjadi antara dua muatan listrik parsial dengan polaritas yang berlawanan. Walaupun lebih kuat dari kebanyakan gaya antarmolekul, ikatan hidrogen jauh lebih lemah dari ikatan kovalen dan ikatan ion. Ikatan hidrogen terjadi ketika sebuah molekul memiliki atom N, O, atau F yang mempunyai pasangan elektron bebas (lone pair electron). Kekuatan ikatan hidrogen ini dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas antara atom-atom dalam molekul tersebut. Semakin besar perbedaannya, semakin besar ikatan hidrogen yang terbentuk. Ikatan hidrogen memengaruhi titik didih suatu senyawa. Semakin besar ikatan hidrogennya, semakin tinggi titik didihnya. Namun, khusus pada air (H2O), terjadi dua ikatan hidrogen pada tiap molekulnya.
          Gaya van der Waals dalam ilmu kimia merujuk pada jenis tertentu gaya antar molekul. Istilah ini pada awalnya merujuk pada semua jenis gaya antar molekul, dan hingga saat ini masih kadang digunakan dalam pengertian tersebut, tetapi saat ini lebih umum merujuk pada gaya-gaya yang timbul dari polarisasi molekul menjadi dipol. Gaya Van Der Waals terjadi akibat interaksi antara molekul-molekul non polar (Gaya London), antara molekul-molekul polar (Gaya dipole-dipol) atau antara molekul non polar dengan molekul polar (Gaya dipoledipol terinduksi). Ikatan Van Der Waals terdapat antar molekul zat cair atau padat dan sangat lemah.Karena gaya ini sangat lemah maka zat yang mempunyai ikatan van der waals akan mempunyai titik didih yang sangat rendah. Meskipun demikian gaya van der waals bersifat permanen dan lebih kuat dari gaya london. Contoh gaya van der waals terdapaIkatan ion merupakan suatu ikatan yang terjadi pada atom yang memiliki muatan yang besarnya sama tapi mempunyai muatan yang berlawanan tanda. Ikatan ion terbentuk sebagai akibat adanya gaya tarik menarik antara ion positif dan ion negatif. Ion positif terbentuk karena unsur logam melepaskan elektronnya, sedangkan pada ion negatif terbentuk karena unsur nonlogam menerima electron.
          Oseltamivir adalah sebuah obat antiviral, sebuah inhibitor neuraminidase yang digunakan dalam penanganan influensa A dan B, dan banyak dikenal sebagai obat yang dianjurkan untuk menangani flu burung. Oseltamivir dikembangkan oleh Gilead Sciences dan saat ini dijual oleh Roche dengan merek dagang Tamiflu®. Di Indonesia, pemerintah Indonesia mempunyai hak istimewa untuk memroduksi Tamiflu. 
        Zanamivir INN adalah inhibitor neuraminidase yang digunakan untuk pengobatan dan profilaksis influenza yang disebabkan oleh virus influenza A dan B. Inhibitor ini dikembangkan oleh perusahaan biotek Australia Biota Holdings dan dilisensikan kepada Glaxo pada tahun 1990. Penggunaannya diizinkan di Amerika Serikat pada tahun 1999 hanya untuk mengobati penyakit influenza. Pada tahun 2006, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mengizinkan penggunaan zanamivir untuk mencegah influenza A dan B. 

Komentar

  1. hau sy bntu jwb nmr 1 ya nggun, mnrut sy Farmakofor merupakan deskripsi abstrak dari fitur molekul yang penting untuk rekognisi molekul ligan berdasarkan fungsi makromolekul biologisnya.

    BalasHapus
  2. Farmakofor adalah susunan geometris yang penting dari suatu atom atau gugus fungsi yang diperlukan untuk menghasilkan respons biologis tertentu sehingga dapat dikatakan bahwa farmakofor merupakan bagian penting dari suatu obat. Farmakofor bekerja dengan cara berikatan dengan molekul ligan untuk berinteraksi dengan target reseptor di tempat pengikatan tertentu (Dror et al., 2009)

    BalasHapus
  3. Haii anggun, mega mau bantu jawab nomor 1 ya.,
    Menurut mega farmakofor merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebut.

    BalasHapus

  4. Farmakofor adalah susunan geometris yang penting dari suatu atom atau gugus fungsi yang diperlukan untuk menghasilkan respons biologis tertentu sehingga dapat dikatakan bahwa farmakofor merupakan bagian penting dari suatu obat. Farmakofor bekerja dengan cara berikatan dengan molekul ligan untuk berinteraksi dengan target reseptor di tempat pengikatan tertentu

    BalasHapus
  5. Terimakasih penjelasannya sangat baik sekali

    BalasHapus
  6. artikelnya bagus, menambah pengetahuan pembaca, terimakasih :)

    BalasHapus
  7. Farmakofor adalah susunan geometris yang penting dari suatu atom atau gugus fungsi yang diperlukan untuk menghasilkan respons biologis tertentu sehingga dapat dikatakan bahwa farmakofor merupakan bagian penting dari suatu obat. Farmakofor bekerja dengan cara berikatan dengan molekul ligan untuk berinteraksi dengan target reseptor di tempat pengikatan tertentu (Dror et al., 2009)

    BalasHapus
  8. hai amggun. Saya akan cobat jawab. Menurut saya farmakofor merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebut.

    BalasHapus
  9. Halo anggun, menurut saya Farmakofor adalah susunan geometris yang penting dari suatu atom atau gugus fungsi yang diperlukan untuk menghasilkan respons biologis tertentu sehingga dapat dikatakan bahwa farmakofor merupakan bagian penting dari suatu obat. Farmakofor bekerja dengan cara berikatan dengan molekul ligan untuk berinteraksi dengan target reseptor di tempat pengikatan tertentu

    BalasHapus


  10. nmr 1 ya nggun, mnrut sy Farmakofor merupakan deskripsi abstrak dari fitur molekul yang penting untuk rekognisi molekul ligan berdasarkan fungsi makromolekul biologisnya

    BalasHapus
  11. Hai anggun saya coba bantu untuk menjawab permasalahannya
    Farmakofor merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebut.
    Terimakasih semoga bermanfaat😁🙏

    BalasHapus
  12. hy anggun artikel anda sangat membantu saya
    terimakasih

    BalasHapus
  13. hai amggun. Saya akan cobat jawab. Menurut saya farmakofor merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebut.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Randomized analysis pharmacophore drug design (RAPID)

A.     Rancangan Obat Rasional Lead discovery : i dentifikasi suatu senyawa yang mempunyai aktivitas biologis spesifik , sedangkan lead optimization : a ktivitas dan sifat suatu senyawa diuji, kemudian molekul baru dirancang dan disintesis untuk mendapatkan aktivitas atau sifat yang diinginkan . Dimulai dari target biologis yang sudah valid, dan berakhir dengan obat yang secara optimal berinteraksi dengan target dan memicu aktivitas biologis yang diinginkan . Sebagai contoh m asalah : histamin memicu sekresi asam lambung. Diinginkan suatu antagonis histamin untuk mencegah sekresi asam lambung.        Analog Histamin disintesis dengan variasi struktur (modifikasi kimiawi) dan diuji . N-guanyl-histamine menunjukkan aktivitas antagonis=LEAD compound . Modifikasi kimiawi dilakukan terhadap lead =LEAD optimization . Lebih poten dan aktif oral, na...

HIPERTENSI : Diam-diam Penyakit mematikan

HIPERTENSI : Diam-diam Penyakit mematikan           Hipertensi masih menjadi PR besar bagi masalah Kesehatan di Indonesia. Setiap tahunnya peningkatan masyarakat yang mengidap Hipertensi semakin meningkat. Berdasarkan data Riskesdas 2013, menunjukkan bahwa sekitar 25,8 % Penduduk Indonesia mengidap Hipertensi.           Ditahun 2016, Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) menyebutkan adanya kenaikan persentase Penduduk yang mengidap Hipertensi menjadi 32,4 %. Hingga awal tahun 2018 menurut Riskesdas 2018 menyebutkan penderita Hipertensi meningkat menjadi 34,1 %           Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi sendiri merupakan peningkatan Tekanan Darah Sistolik lebih dari 140 mmHg dan Tekanan Darah Distolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang (United Sta...