Langsung ke konten utama

Randomized analysis pharmacophore drug design (RAPID)




A.    Rancangan Obat Rasional
Lead discovery: identifikasi suatu senyawa yang mempunyai aktivitas biologis spesifik, sedangkan lead optimization: aktivitas dan sifat suatu senyawa diuji, kemudian molekul baru dirancang dan disintesis untuk mendapatkan aktivitas atau sifat yang diinginkan.
Dimulai dari target biologis yang sudah valid, dan berakhir dengan obat yang secara optimal berinteraksi dengan target dan memicu aktivitas biologis yang diinginkan. Sebagai contoh masalah: histamin memicu sekresi asam lambung. Diinginkan suatu antagonis histamin untuk mencegah sekresi asam lambung.
       Analog Histamin disintesis dengan variasi struktur (modifikasi kimiawi) dan diuji. N-guanyl-histamine menunjukkan aktivitas antagonis=LEAD compound. Modifikasi kimiawi dilakukan terhadap lead=LEAD optimization. Lebih poten dan aktif oral, namun thiourea ditemukan toksik di uji klinik. Penggantian gugus menghasilkan produk yang efektif dan ditoleransi baik.
Rancangan obat dapat dibagi menjadi dua syarat, yaitu:
1.      Struktur 3Dimensi target biologis (receptor-based drug design).
Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang diinginkan untuk target, biomolekul (protein atau asam nukleat), yang fungsional peran dalam proses seluler dan informasi struktural 3D dikenal. Pendekatan ini dalam desain obat mapan dan sedang diterapkan secara luas oleh industri farmasi.
Tahap umum :
a.       Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.
b.      Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.
c.       Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.

            Typical Reseptor-based Drug Design
a.       Struktur protein yang berhubungan dengan kanker dalam kompleks dengan ligan inhibitor non selektif telah diketahui. Ini merupakan langkah awal untuk merancang inhibitor yang lebih selektif.
b.      Suatu molekul dapat dirancang  mempunyai interaksi yang lebih optimal terhadap protein target dibanding inhibitor asli.

          Typical Projects
a.       Typical projects tidak hanya receptor-based saja atau pharmacophore-based saja; tapi menggunakan kombinasi informasi dari keduanya, yang diharapkan sinergis.
b.      Baik receptor dan pharmacophore-based approaches dapat dilakukan secara mandiri.
c.       Jika model pengikatan antara ligan dan target diketahui, informasi dari masing-masing pendekatan dapat saling melengkapi.

2.      Struktur molekul kecil yang sudah terbukti aktif (pharmacophore-based drug design).
Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang telah ditetapkan untuk target, yang fungsi seluler dan informasi strukturalnya mungkin diketahui atau tidak diketahui. Pengetahuan tentang target yang tidak diketahui (gen dan protein) dapat diperoleh dengan menganalisis data ekspresi gen global dari sampel yang tidak diobati dan diobati dengan obat menggunakan alat komputasi canggih (lihat bagan 2). Langkah-langkah yang berkaitan dengan dua pendekatan dan evaluasi sifat-sifat lainnya dalam desain obat rasional disajikan dalam diagram alir berikut.
Tahap umum pharmacophore-based drug design:
a.       Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.
b.      Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.
c.       Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif. (“Mimic” the active groups).
            Typical Pharmacophore-based Project
a.       Struktur satu seri senyawa dengan aktivitas biologi tertentu sudah diketahui. Kemudian dirancang struktur senyawa baru dengan aktivitas biologis yang lebih tinggi.
b.      Struktur umum dan khas dari semua senyawa aktif dikumpulkan sebagai gugus pharmacophophore”.
c.       Sebuah molekul dirancang untuk menyerupai/mimic pharmacophore.
     Berikut adalah bagan tahap pharmacophore-based drug design secara lebih spesifik.

B.     Computer Aided Drug Design
Structure Guide Method merupakan bagian dari pengembangan obat untuk struktur 3D yang diketahui lokasi potensial obat berikatan, yang merupakan sisi aktif. Dalam structure guide drug design, struktur 3D yang diketahui dari sebuah target terikat pada ligan alami atau obat ditentukan dengan kristalografi sinar-X atau NMR untuk mengidentifikasi sisi ikatannya, atau yang disebut sisi aktif. Untuk lead discovery, ini adalah titik awal dari structure drug design untuk target yang diketahui. Setelah struktur 3D ligan terikat diketahui, virtual screening untuk senyawa kimia yang sangat banyak, seperti ZINC dapat dilakukan. Skrining tersebut memungkinkan identifikasi obat baru yang potensial dengan melakukan percobaan docking molekul atau senyawa obat yang banyak. Untuk meningkatkan ikatan, karena itu memperbaiki afinitas ikatan/spesifisitas, sekelompok molekul dengan skor docking yang sama umumnya digunakan untuk penentuan potensi, yaitu adalah High-Throughput Screening (HTS).
Setelah penentuan potensi biologis, beberapa properti seperti hubungan (QSAR, QSPR, antara potensi dan nilai docking ) termasuk analisis statistik dapat dilakukan untuk molekul tertentu yang potensial untuk penemuan senyawa/obat penuntun. Sebelum optimasi, molekul penuntun bisa diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui ADME dan reaktivitas. Investigasi reaktivitas (pemeriksaan elektrofilik , nukleofilik atau serangan radikal) dan spektrum seperti molekul besar UV-Visible dapat dilakukan.
Sedangkan virtual screening dari kumpulan molekul-molekul kecil, virtual screening dari kumpulan target terhadap obat tunggal poten yang targetnya tidak diketahui dapat dilakukan. Skrining tersebut akan membantu dalam identifikasi target potensial untuk obat yang poten/kuat. Pada akhirnya target diidentifikasi dengan teknik docking yang harus diverifikasi secara eksperimental. Untuk pengetahuan kita, pendekatan identifikasi target ini untuk obat poten yang belum diterapkan. Pendekatan target identifikasi ini untuk obat poten dengan target yang tidak diketahui menawarkan kesempatan untuk penemuan senyawa penuntun.
Pemeriksaan reaktivitas akan memungkinkan modifikasi lebih lanjut (functionalization) dari molekul utama untuk mencegah nasib metabolik yang tidak diinginkan yang mungkin terjadi. Reaktivitas molekul terutama terdiri dari tiga jenis, yaitu serangan elektrofil (elektron-lover), nukleofil (inti-lover), atau radikal (atom, molekul atau ion dengan elektron yang tidak berpasangan).
Selain evaluasi potensi, afinitas ikatan/spesifisitas serta sifat-sifat lainnya termasuk obat seperti properti (farmakokinetik) seperti log P, refractivity molar, jumlah donor hidrogen dan akseptor ikatan hidrogen dan berat molekul juga ditentukan (Lihat bagan 3). Prediksi toksisitas dari obat itu sendiri dan produk metabolik juga dapat diperiksa awalnya dengan metode komputasi, namun sifat ini harus diverifikasi oleh metode eksperimental. Sebuah molekul kecil harus memiliki beberapa sifat menjadi obat seperti molekul untuk mengerahkan efek farmakologi yang diinginkan dan dengan demikian, rancangan obat rasional harus fokus dalam evaluasi semua sifat tersebut.
Rancangan obat dengan bantuan komputer (Computer Asssisted Drug Design=CADD), terutama berhubungan dengan parameter kimia fisika yang terlibat dalam aktivitas obat, hubungan kuantitatif struktur-aktivitas dan model kimia kuantum atau perhitungan orbital molekul.
Program komputer untuk rancangan obat rasional antara lain:
1.      BIOCES: Biochemical Expert System, untuk model protein, rekayasa protein dan Kimia Medisinal.
2.      CoMFA: Comparative Molecular Field Analysis.
3.      EMIL: Example Mediated Innovation for Lead Evolution, untuk mencari evolusi atau rancangan analog.
4.      MMMS: untuk model molekul, rancangan obat dan perhitungan kimia kuantum.
5.      GREEN: untuk studi struktur reseptor.
6.      RECEPT: untuk rasional superkomposisi molekul dan mapping reseptor.
7.      MMS-X: untuk rancangan obat, mapping reseptor dan analisiskonformasi.
Program komputer untuk menghubungkan struktur molekul dengan aktivitas biologis antara lain:
1.      ALS: Adaptive Least Square
2.      LDA: Linear Discriminant Analysis
3.      SIMCA: Statistical Isolinear Multiple Compound Analysis
4.      LLM: Linear Learning Machine
5.      SAS: Statistical Analysis System
6.      HANSCH: metode Hansch, regresi linear
7.      QSAR: analisis regresi dan de novo
Program komputer untuk analisis struktur molekul:
1.      CIS: Chemical Information System, berisi data-data spektra massa, 13CNMR, 1HNMR, struktur kristal x-ray, dan sistem model matematik.
2.      CONGEN: Constrained Structure Generation, bagian dari program DENDRAL, untuk membantu elusidasi struktur sistem cincin, substitusi isomer, rangka terpen, dan senyawa produk alam.
Program komputer untuk rancangan sintesis organik:
SECS: Simulation of Chemical Synthesis, bagian dari program SUMEX untuk menentukan jalur sintesis molekul target, dan elusidasi struktur.

Masalah : 1. Bagaimana merancang obat secara rasional?
                  2. menurut anda, jadi bagaimana merancang obat secara komputer ?
                  3. Jadi  bagaimana tahap dari pharmacopor drug design yang sebenarnya?

Komentar

  1. Baik lah Kk Akan menjawab pertanyaann
    nomor 3 yaitu tahap umum pharmacophore-based drug design:
    a. Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.
    b. Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.
    c. Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif. (“Mimic” the active groups).

    BalasHapus
  2. Baik lah Kk Akan menjawab pertanyaann
    nomor 3 yaitu tahap umum pharmacophore-based drug design:
    a. Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.
    b. Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.
    c. Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif. (“Mimic” the active groups).

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum anggun saya coba menambahkan pertanyaan nomor 2
    Merancang obat secara komputer selain menggunakan metode QSAR juga menggunakan metode docking molekul sebagai penentuan penempatan ligan pada reseptor. Molecular docking bertujuan meniru peristiwa interaksi suatu molekul ligan dengan protein yang menjadi targetnya pada uji in-vitro. Molecular docking dapat diklasifikasikan menjadi 3 berdasarkan fleksibilitas molekul yaitu Rigid Docking (bersifat rigid/kaku), semi-fleksible docking (bersifat semi fleksibel) dan fleksible docking (bersifat fleksibel).Tujuan dari docking adalah untuk mencapai konformasi protein dan ligan yang optimal. Docking membantu dalam mempelajari obat / ligan atau interaksi reseptor / protein dengan mengidentifikasi situs aktif yang cocok pada protein, mendapatkan geometri terbaik dari kompleks ligan –reseptor.
    Semoga bermanfaat..

    BalasHapus
  4. Baik anggun saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 bagaimana merancang obat rasional : Rancangan obat rasional dapat dibagi menjadi dua syarat, yaitu:
    1. Struktur 3Dimensi target biologis (receptor-based drug design).
    Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang diinginkan untuk target, biomolekul (protein atau asam nukleat), yang fungsional peran dalam proses seluler dan informasi struktural 3D dikenal. Pendekatan ini dalam desain obat mapan dan sedang diterapkan secara luas oleh industri farmasi.
    Tahap umum receptor-based drug design:
    a. Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.
    b. Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.
    c. Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.

    Typical Reseptor-based Drug Design
    a. Struktur protein yang berhubungan dengan kanker dalam kompleks dengan ligan inhibitor non selektif telah diketahui. Ini merupakan langkah awal untuk merancang inhibitor yang lebih selektif.
    b. Suatu molekul dapat dirancang mempunyai interaksi yang lebih optimal terhadap protein target dibanding inhibitor asli.

    Typical Projects
    a. Typical projects tidak hanya receptor-based saja atau pharmacophore-based saja; tapi menggunakan kombinasi informasi dari keduanya, yang diharapkan sinergis.
    b. Baik receptor dan pharmacophore-based approaches dapat dilakukan secara mandiri.
    c. Jika model pengikatan antara ligan dan target diketahui, informasi dari masing-masing pendekatan dapat saling melengkapi.

    2. Struktur molekul kecil yang sudah terbukti aktif (pharmacophore-based drug design).
    Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang telah ditetapkan untuk target, yang fungsi seluler dan informasi strukturalnya mungkin diketahui atau tidak diketahui. Pengetahuan tentang target yang tidak diketahui (gen dan protein) dapat diperoleh dengan menganalisis data ekspresi gen global dari sampel yang tidak diobati dan diobati dengan obat menggunakan alat komputasi canggih (lihat bagan 2). Langkah-langkah yang berkaitan dengan dua pendekatan dan evaluasi sifat-sifat lainnya dalam desain obat rasional disajikan dalam diagram alir berikut

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas jawabannya, semoga dapat membantu

      Hapus
  5. Hai anggun, saya akan menjawab pertanyaan no.1

    Rancangan obat rasional dapat dibagi menjadi dua syarat, yaitu:

    1.      Struktur 3Dimensi target biologis(receptor-based drug design).

    Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang diinginkan untuk target, biomolekul (protein atau asam nukleat), yang fungsional peran dalam proses seluler dan informasi struktural 3D dikenal. Pendekatan ini dalam desain obat mapan dan sedang diterapkan secara luas oleh industri farmasi.

    Tahap umum receptor-based drug design:

    a.       Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.

    b.      Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.

    c.       Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.


                Typical Reseptor-based Drug Design

    a.       Struktur protein yang berhubungan dengan kanker dalam kompleks dengan ligan inhibitor non selektif telah diketahui. Ini merupakan langkah awal untuk merancang inhibitor yang lebih selektif.

    b.      Suatu molekul dapat dirancang mempunyai interaksi yang lebih optimal terhadap protein target dibanding inhibitor asli.


              Typical Projects

    a.       Typical projects tidak hanyareceptor-based saja ataupharmacophore-based saja; tapi menggunakan kombinasi informasi dari keduanya, yang diharapkan sinergis.

    b.      Baik receptor danpharmacophore-based approachesdapat dilakukan secara mandiri.

    c.       Jika model pengikatan antara ligan dan target diketahui, informasi dari masing-masing pendekatan dapat saling melengkapi.


    2.      Struktur molekul kecil yang sudah terbukti aktif (pharmacophore-based drug design).

    Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang telah ditetapkan untuk target, yang fungsi seluler dan informasi strukturalnya mungkindiketahui atau tidak dike

    BalasHapus
  6. Saya akan mencoba menjawab prtnyaan yg saudara berikan. Silahkan dikoreksi jika salah. Menurut saya Rancangan obat rasional dapat dibagi menjadi dua syarat, yaitu:

    1.      Struktur 3Dimensi target biologis(receptor-based drug design).

    Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang diinginkan untuk target, biomolekul (protein atau asam nukleat), yang fungsional peran dalam proses seluler dan informasi struktural 3D dikenal. Pendekatan ini dalam desain obat mapan dan sedang diterapkan secara luas oleh industri farmasi.

    Tahap umum receptor-based drug design:

    a.       Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.

    b.      Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.

    c.       Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.


                Typical Reseptor-based Drug Design

    a.       Struktur protein yang berhubungan dengan kanker dalam kompleks dengan ligan inhibitor non selektif telah diketahui. Ini merupakan langkah awal untuk merancang inhibitor yang lebih selektif.

    b.      Suatu molekul dapat dirancang mempunyai interaksi yang lebih optimal terhadap protein target dibanding inhibitor asli.


              Typical Projects

    a.       Typical projects tidak hanyareceptor-based saja ataupharmacophore-based saja; tapi menggunakan kombinasi informasi dari keduanya, yang diharapkan sinergis.

    b.      Baik receptor danpharmacophore-based approachesdapat dilakukan secara mandiri.

    c.       Jika model pengikatan antara ligan dan target diketahui, informasi dari masing-masing pendekatan dapat saling melengkapi.


    2.      Struktur molekul kecil yang sudah terbukti aktif (pharmacophore-based drug design).

    Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang telah ditetapkan untuk target, yang fungsi seluler dan informasi strukturalnya mungkindiketahui atau tidak diketahui

    BalasHapus
  7. Rancangan obat rasional dapat dibagi menjadi dua syarat, yaitu:

    1.      Struktur 3Dimensi target biologis(receptor-based drug design).

    Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang diinginkan untuk target, biomolekul (protein atau asam nukleat), yang fungsional peran dalam proses seluler dan informasi struktural 3D dikenal. Pendekatan ini dalam desain obat mapan dan sedang diterapkan secara luas oleh industri farmasi.

    Tahap umum receptor-based drug design:

    a.       Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.

    b.      Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.

    c.       Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.


                Typical Reseptor-based Drug Design

    a.       Struktur protein yang berhubungan dengan kanker dalam kompleks dengan ligan inhibitor non selektif telah diketahui. Ini merupakan langkah awal untuk merancang inhibitor yang lebih selektif.

    b.      Suatu molekul dapat dirancang mempunyai interaksi yang lebih optimal terhadap protein target dibanding inhibitor asli.


              Typical Projects

    a.       Typical projects tidak hanyareceptor-based saja ataupharmacophore-based saja; tapi menggunakan kombinasi informasi dari keduanya, yang diharapkan sinergis.

    b.      Baik receptor danpharmacophore-based approachesdapat dilakukan secara mandiri.

    c.       Jika model pengikatan antara ligan dan target diketahui, informasi dari masing-masing pendekatan dapat saling melengkapi.


    2.      Struktur molekul kecil yang sudah terbukti aktif (pharmacophore-based drug design).

    Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang telah ditetapkan untuk target, yang fungsi seluler dan informasi strukturalnya mungkindiketahui atau tidak dike

    BalasHapus
  8. hay anggun saya akan mecoba menjawab soal nomor 2. cara merancang obat secara komputerisasi yaitu suatu struktur obat yang sudah terbukti aktif dilakukan pengembangan dengan sifat yang telah ditetapkan untuk target, yang fungsi seluler dan informasi struktualnya diketahui. selanjutnya bentuk molekul yang memili efek samping diubah ikatannya mengunakan senyawa baru sehingga efek sampinh dapat diminimalisir. suatu lead compund dapat dikembangkan menjadi beribu senyawa obat baru.

    BalasHapus
  9. Baiklah anggun kharina mencoba menjawab no 3.
    - langkah - langkah dalam mendesain obat baru adalah:
    1. Mencari senyawa penuntun ( lead compound )
    2. Manipulasi molekul ( modifikasi molekul atau modifikasi struktur)
    3. Merumuskan hubungan kuantitatif sementara antara struktur -aktivitas biologis dari senyawa yang jumlahnya terbatas dengan menggunakan statistik analisis regresi.
    4. Hasil analisis regresi kemudian dievaluasi dan merancang sejenisnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan hubungan tersebut
    5.Merancang penggunaan bentuk sediaan obat yang sesuai.
    6.Merancang aturan dosis yang sesuai
    7. Evaluasi Klinik

    BalasHapus
  10. Assalamu'alaikum anggun,
    Saya Akan mencoba menjawab pertanyaan nmor 1
    Rancangan obat rasional dapat dibagi menjadi dua syarat, yaitu:

    1.      Struktur 3Dimensi target biologis(receptor-based drug design).

    Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang diinginkan untuk target, biomolekul (protein atau asam nukleat), yang fungsional peran dalam proses seluler dan informasi struktural 3D dikenal. Pendekatan ini dalam desain obat mapan dan sedang diterapkan secara luas oleh industri farmasi.

    Tahap umum receptor-based drug design:

    a.       Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.

    b.      Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.

    c.       Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.


                Typical Reseptor-based Drug Design

    a.       Struktur protein yang berhubungan dengan kanker dalam kompleks dengan ligan inhibitor non selektif telah diketahui. Ini merupakan langkah awal untuk merancang inhibitor yang lebih selektif.

    b.      Suatu molekul dapat dirancang mempunyai interaksi yang lebih optimal terhadap protein target dibanding inhibitor asli.


              Typical Projects

    a.       Typical projects tidak hanyareceptor-based saja ataupharmacophore-based saja; tapi menggunakan kombinasi informasi dari keduanya, yang diharapkan sinergis.

    b.      Baik receptor danpharmacophore-based approachesdapat dilakukan secara mandiri.

    c.       Jika model pengikatan antara ligan dan target diketahui, informasi dari masing-masing pendekatan dapat saling melengkapi.


    2.      Struktur molekul kecil yang sudah terbukti aktif (pharmacophore-based drug design).

    Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang telah ditetapkan untuk target, yang fungsi seluler dan informasi strukturalnya mungkindiketahui atau tidak dike

    BalasHapus
  11. Saya akan menjawab pertanyaan no 3 : Tahap umum pharmacophore-based drug design:

    a.       Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.

    b.      Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.

    c.       Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif.(“Mimic” the active groups).

    BalasHapus
  12. Hai anggun saya coba bantu jawab no 2
    cara merancang obat secara komputerisasi yaitu suatu struktur obat yang sudah terbukti aktif dilakukan pengembangan dengan sifat yang telah ditetapkan untuk target, yang fungsi seluler dan informasi struktualnya diketahui. selanjutnya bentuk molekul yang memili efek samping diubah ikatannya mengunakan senyawa baru sehingga efek sampinh dapat diminimalisir. suatu lead compund dapat dikembangkan menjadi beribu senyawa obat baru.

    BalasHapus
  13. hy anggun, saya setuju dengan jawaban putri, Tahap umum pharmacophore-based drug design adalah Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif,  Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan dan Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D.

    BalasHapus
  14. Saya akan menjawab pertanyaan no 3 : Tahap umum pharmacophore-based drug design:

    a.       Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.

    b.      Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.

    c.       Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif.(“Mimic” the active groups).

    BalasHapus
  15. hai anggun sya akan mencoba menjawab yang no 1
    Merancang obat secara rasional berhubungan dengan pengetahuan tentang mekanisme kerja dan tempat kerja obat pada tingkat molekul dan tingkat elektronik, hubungan kualitatif dan Kuantitatif struktur kimia dan aktivitas biologis, reseptor obat,topografi tiga dimensi, model interaksi obat-reseptor, efek farmakologis dari gugus spesifik, hubungan parameter sifat kimia dan biokimia, biosintesis metabolit dan konstituen lain dalam organisme hidup, dan perbedaan sitologis dan biokimia antara manusia dan parasit.
    Metode yang digunakan dalam rancangan obat rasional antara lain adalah Rancangan obat dengan bantuan komputer (Computer Assisted Drug Design = CADD), terutama berhubungan dengan parameter kimia fisika yang terlibat dalam aktivitas obat, hubungan kuantitatif struktur-aktivitas dan model kimia kuantum atau perhtiungan orbital molekul.

    BalasHapus
  16. Hai anggun.
    Saya akan menjawab pertanyaan no 3.
    Tahap umum pharmacophore-based drug design:

    a.       Pengujian sifat/fitur molekul-molekul (ligan) kecil inaktif dan fitur molekul-molekul kecil yang aktif.

    b.      Menyusun hipotesis tentang gugus fungsi apa pada ligan yang dibutuhkan untuk aktivitas biologis, dan gugus fungsi apa yang menekan aktivitas biologis.

    c.       Menyusun ligan baru dengan gugus fungsi/kimiawi yang diperlukan dengan profil 3D/lokasi yang sama dengan ligan aktif.(“Mimic” the active groups).

    BalasHapus
  17. Terima kasih kak, blog nya sangat bermanfaat 😊😊😊

    BalasHapus
  18. Haii anggun, saya akan bantu jawab..Program komputer untuk rancangan obat rasional antara lain:

    1.      BIOCES: Biochemical Expert System, untuk model protein, rekayasa protein dan Kimia Medisinal.

    2.      CoMFA: Comparative Molecular Field Analysis.

    3.      EMIL: Example Mediated Innovation for Lead Evolution, untuk mencari evolusi atau rancangan analog.

    4.      MMMS: untuk model molekul, rancangan obat dan perhitungan kimia kuantum.

    5.      GREEN: untuk studi struktur reseptor.

    6.      RECEPT: untuk rasional superkomposisi molekul dan mapping reseptor.

    7.      MMS-X: untuk rancangan obat, mapping reseptor dan analisiskonformasi.

    BalasHapus
  19. hallo Anggun Tri, saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1.
    Rancangan obat rasional dapat dibagi menjadi dua syarat, yaitu:
    1. Struktur 3Dimensi target biologis (receptor-based drug design).
    Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang diinginkan untuk target, biomolekul (protein atau asam nukleat), yang fungsional peran dalam proses seluler dan informasi struktural 3D dikenal.
    2. Struktur molekul kecil yang sudah terbukti aktif (pharmacophore-based drug design).
    Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang telah ditetapkan untuk target, yang fungsi seluler dan informasi strukturalnya mungkin diketahui atau tidak diketahui. Pengetahuan tentang target yang tidak diketahui (gen dan protein) dapat diperoleh dengan menganalisis data ekspresi gen global dari sampel yang tidak diobati dan diobati dengan obat menggunakan alat komputasi canggih.

    BalasHapus
  20. nah menurut saya jawaban nmr 2 itu yaitu Program komputer untuk rancangan obat rasional antara lain:   BIOCES,  CoMFAEMIL, MMMS, GREEN,  RECEPT , MMS-X:

    BalasHapus
  21. Terimakasih,,jadi apa kelebihan metode rapid dibanding metode lain?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pada metode rapid ini keebihannya menurut saya berada pada efesiensi waktunya, dimana ia langsung Dimulai dari target biologis yang sudah valid, dan berakhir dengan obat yang secara optimal berinteraksi dengan target dan memicu aktivitas biologis yang diinginkan.dimana nantinya akan ditentukan bagian aktif yang dapat berikatan dengan reseptor sehingga pengerjaannya akan lebih cepat.

      Hapus
  22. Jadi sebenarnya apa itu farmakopor? Dan apakah farmakopor sangat penting dalam analisis rancangan obat baru?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Farmakofor merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebut.
      farmakopor sangat penting , karena dari penentuan farmokopor nantinya kita dapat ,mengetahui komponen aktif yang dapat berikatan dengan reseptor dan menimbulkan efek farmakologis

      Hapus
  23. Haiii anggun sya ingin bertanya,menuruut anda bagaimana cara mengidentifikasi farmakofor??

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo bella, saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda, cara mengidentifikasi farmakopor yaitu pertama dilakukan screening biologi atau identifikasi suatu molekul kemudian dilakukan analysis melalui program komputer dan menentuukan target bagian aktif yang akan diuji dan nantinya baru dievaluasi.

      Hapus
  24. Farmakofor itu bisa digunakan kpn saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. farmakopor digunakan apabila akan merancang suatu obat dari suatu senyawa, dimana nantinya akan menentukan bagian aktif dari suatu senyawa yang dapat menimbulkan efek farmakologisnya

      Hapus
  25. Balasan
    1. Farmakofor itu merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebut.jadi intinya penentuan farmakopor berguna untuk mengetahui bagian aktif dari suatu senyawa yang dapat digunakan untuk menentukan efek farmakologisnya

      Hapus
  26. Blog nya sangat bermanfaat kak

    BalasHapus
  27. Terima kasih anggun, informasinya sangat bermanfaat sekali😊

    BalasHapus
  28. Wah informasi diblog nya lengkap sekali yaaa, terima kasih yaa anggun...
    Kaloo boleh tau apa ya kelebihan dari metode RAPID?

    BalasHapus
    Balasan
    1. pada metode rapid ini keebihannya menurut saya berada pada efesiensi waktunya, dimana ia langsung Dimulai dari target biologis yang sudah valid, dan berakhir dengan obat yang secara optimal berinteraksi dengan target dan memicu aktivitas biologis yang diinginkan.dimana nantinya akan ditentukan bagian aktif yang dapat berikatan dengan reseptor sehingga pengerjaannya akan lebih cepat.

      Hapus
  29. Blognya sangat bermanfaat kak😊😊
    Kalau boleh nanya Bagaimana cara mendesain obat berdasarkan tipikal reseptor?

    BalasHapus
    Balasan
    1. a. Struktur protein yang berhubungan dengan kanker dalam kompleks dengan ligan inhibitor non selektif telah diketahui. Ini merupakan langkah awal untuk merancang inhibitor yang lebih selektif.
      b. Suatu molekul dapat dirancang mempunyai interaksi yang lebih optimal terhadap protein target dibanding inhibitor asli.

      Hapus
  30. Jadi farmakopor itu sebenarnya apa kkak?

    Btw Artikelnya sangat bagus sekali kak, dapat dijadikan referensi dalam belajar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Farmakofor itu merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebut

      Hapus
  31. Blognya sangat bermanfaat kak.
    Metode rancangan obatnya pun sangat kren dengan bantuan komputer .

    Mantap kak

    BalasHapus
  32. Hai anggun, artikel nya sangat bermanfaat sekali dalam menambah wawsan.

    Jdi anggun, bisa anda jelaskan kembali apa itu farmakopor, dan apa pentingnya dalam penentuan farmakopor dan juga bisa anda jelaskan bagaimana cara mendasain obat berdasarkan tipikal reseptor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Farmakofor itu merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebu. intinya farmakopor penting dalam penentuan bagian aktif yang dapat berikatan dengan reseptor yang dapat menghasilkan efek farmakologis. cara mendesain obat berdasarkan reseptor adalah :
      a. Struktur protein yang berhubungan dengan kanker dalam kompleks dengan ligan inhibitor non selektif telah diketahui. Ini merupakan langkah awal untuk merancang inhibitor yang lebih selektif.
      b. Suatu molekul dapat dirancang mempunyai interaksi yang lebih optimal terhadap protein target dibanding inhibitor asli.

      Hapus
  33. Halo anggun saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 bagaimana merancang obat rasional : Rancangan obat rasional dapat dibagi menjadi dua syarat, yaitu:
    1. Struktur 3Dimensi target biologis (receptor-based drug design).
    Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang diinginkan untuk target, biomolekul (protein atau asam nukleat), yang fungsional peran dalam proses seluler dan informasi struktural 3D dikenal. Pendekatan ini dalam desain obat mapan dan sedang diterapkan secara luas oleh industri farmasi.
    Tahap umum receptor-based drug design:
    a. Diuji struktur 3D dari target biologis (biasanya berupa struktur kristal sinar-ray); kalau bisa target yang sudah membentuk kompleks dengan molekul kecil (ligan) aktif.
    b. Dicari gugus kimia spesifik yang berperan dalam interaksi antara protein target dan obat.
    c. Merancang kandidat obat baru yang mempunyai pola interaksi yang sama terhadap target biologis.

    Typical Reseptor-based Drug Design
    a. Struktur protein yang berhubungan dengan kanker dalam kompleks dengan ligan inhibitor non selektif telah diketahui. Ini merupakan langkah awal untuk merancang inhibitor yang lebih selektif.
    b. Suatu molekul dapat dirancang mempunyai interaksi yang lebih optimal terhadap protein target dibanding inhibitor asli.

    Typical Projects
    a. Typical projects tidak hanya receptor-based saja atau pharmacophore-based saja; tapi menggunakan kombinasi informasi dari keduanya, yang diharapkan sinergis.
    b. Baik receptor dan pharmacophore-based approaches dapat dilakukan secara mandiri.
    c. Jika model pengikatan antara ligan dan target diketahui, informasi dari masing-masing pendekatan dapat saling melengkapi.

    2. Struktur molekul kecil yang sudah terbukti aktif (pharmacophore-based drug design).
    Pengembangan molekul kecil dengan sifat yang telah ditetapkan untuk target, yang fungsi seluler dan informasi strukturalnya mungkin diketahui atau tidak diketahui. Pengetahuan tentang target yang tidak diketahui (gen dan protein) dapat diperoleh dengan menganalisis data ekspresi gen global dari sampel yang tidak diobati dan diobati dengan obat menggunakan alat komputasi canggih (lihat bagan 2). Langkah-langkah yang berkaitan dengan dua pendekatan dan evaluasi sifat-sifat lainnya dalam desain obat rasional disajikan dalam diagram alir berikut

    BalasHapus
  34. Jdi anggun, bisakah anda jelaskan kembali apa itu farmakopor, dan apa pentingnya dalam penentuan farmakopor dan juga bisa anda jelaskan bagaimana cara mendasain obat berdasarkan tipikal reseptor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Farmakofor itu merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebu. intinya farmakopor penting dalam penentuan bagian aktif yang dapat berikatan dengan reseptor yang dapat menghasilkan efek farmakologis. cara mendesain obat berdasarkan reseptor adalah :
      a. Struktur protein yang berhubungan dengan kanker dalam kompleks dengan ligan inhibitor non selektif telah diketahui. Ini merupakan langkah awal untuk merancang inhibitor yang lebih selektif.
      b. Suatu molekul dapat dirancang mempunyai interaksi yang lebih optimal terhadap protein target dibanding inhibitor asli.

      Hapus
  35. Artikel nya sangat menarik sekali, sangat bermanfaat untuk menambah wawasan.

    Jdi bisa anda jelaskan farmakopor itu apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih, semoga bermanfaat..

      jadi Farmakofor itu merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebut.

      Hapus
  36. Haii anggun, terimaksih yaa artikenya sangat membatu saya dalam menyelesaikan tugas kuliah.,
    Kalau boleh tau ngun, bagaimana sih penggunaan RAPID ini dalam kebidupan sehari-hari?
    Tolong di bantu jawab ya.,
    Terimaksih.:))

    BalasHapus
    Balasan
    1. penggunaan rapid itu sendiri berperan dalam penentuan obat secara acak, dimana nantinya pada suatu senyawa ditemukan zat aktif yang dapat dijadikan senyawa yang memiliki efek farmakologis

      Hapus
  37. Hay anggun saya mau bertanya,sebenarnya tujuan spesifik dari metode farmakofor ini apa??

    BalasHapus
    Balasan
    1. intinya itu adalah penemuan bagian aktif dari suatu senyawa yang dapat memberikan efek farmakologis

      Hapus
  38. Terimakasih atas informasi yang diberikan Anggun....

    BalasHapus
  39. hay anggun, artikelnya menarik sekali. Terimakasih atas informasinya :)

    BalasHapus
  40. Hay anggun,,materi nya sngat menrik sekli utk d baca
    Saya mau nnya bagaimana cra menentuan site target dalam farmakofor?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terlebih dahulu kita melakukan screening zat aktif, sehingga didapat farmakopornya

      Hapus
  41. Alhamdulillah dengan membaca artikel ini, saya bisa mengetahui bagaimana cara identifikasi farmakofor.

    BalasHapus
  42. Alhamdulillah dengan membaca artikel ini, saya bisa mengetahui bagaimana cara identifikasi farmakofor.

    BalasHapus
  43. Artikelnya bagus, bisa anda jelaskan lagi tentang sebenarnya apa sih kelebihan metode ini dengan metode lain kemudian bagaimana cara penentuannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kelebihan metode ini berdasarkan dari penjelasan diatas dimana dalam waktu dan biaya yang sedikit dibanding dengan metode lain, dan juga cara penentuan dengan menentukan bagian yang aktif dari suatu senyawa

      Hapus
  44. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan kak anggun yg pertama Cara membuat obat secara tradisional , namun saya disini akan membahas tentang cara pembuatan obat mag secara tradisional
    1.Kunyit
    Kunyit ternyata mengandung zat aktif berupa kurkumin dan minyak atsiri yang dapat menyembuhkan sakit maag akut. Prelovers hanya cukup membuat obat dengan langkah-langkah dibawah ini:

    Siapkan kunyit sebanyak 50 gram.
    Cuci kunyit tersebut hingga bersih.
    Iris kunyit tersebut menjadi bagian yang lebih kecil lalu parut.
    Campurkan parutan kunyit dengan air panas
    Kemudian peras air kunyit tersebut.
    Minum perasan air kunyit sebanyak 2x/hari hingga sakit maag mereda.
    Campuran Madu dan Lidah Buaya
    Prelovers harus tahu bahwa madu memiliki banyak khasiat. Selain untuk meningkatkan kekebalan tubuh, ternyata madu juga dapat digunakan untuk melindungi lambung dari kuman. Sama halnya dengan kunyit, lidah buaya juga memiliki kandungan minyak atsiri dan aloemoedin yang mampu melancarkan sistem pencernaan. Prelovers dapat mencoba membuat obat maag dengan cara berikut:

    Siapkan 500 gram lidah buaya.
    Cuci hingga bersih lidah buaya tersebut sehingga lendirnya hilang dan kemudian potong menjadi bagian kecil.
    Siapkan blender untuk menghaluskan lidah buaya untuk dijadikan jus.
    Lalu Prelovers hanya perlu menambahkan madu secukupnya.
    Prelovers dapat meminum campuran madu dan lidah biaya ini sebanyak 2x sehari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas pendapatnya, tapi apa yang anda jelaskan tersebut merupakan pembuatan obat secara tradisional yang dimana efeknya tidak akan sebagus obat-obat yang dibuat scr sintetik, salah satunya dengan cara mendesain obat melalui farmakopor

      Hapus
  45. Hai anggun, selain identifikasi secara farmakofor adakah identifikasi lain dalam pengembangan senyawa obat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenarnya banyak sekali identifikasi suatu senyawa, akan tetapi yang paling baik digunakan adalah secara farmakopor karena dapat mengrungi waktu dan biaya yang diperlukan

      Hapus
  46. Hai anggun, selain identifikasi secara farmakofor adakah identifikasi lain dalam pengembangan senyawa obat?

    BalasHapus
  47. Assalamualaikum anggun
    Saya akan mmbantu mnjawab pertnyaan no 2 yaitu bagaimana rancangan obat dgn komputer
    Rancangan obat dengan bantuan komputer (Computer Asssisted Drug Design=CADD), terutama berhubungan dengan parameter kimia fisika yang terlibat dalam aktivitas obat, hubungan kuantitatif struktur-aktivitas dan model kimia kuantum atau perhitungan orbital molekul.

    BalasHapus
  48. Saya mau nny nih anggun
    Bagaimana sih cara perhitungan orbital molekul
    Terima kasih anggun

    BalasHapus
  49. Hallo anggun artikelnya bagus.
    Menurut saya obat yang rasional itu ialah tepat obat, tepat dosis, tepat sediaan, tepat pemberiaan.

    Semoga ilmu2 farmasi dapat berkembang di era milenial ini banyak sekali orang2/masyarakat diluar sana masih banyak yang memperjualbelikan obat2 yang tidak dengan resep dokter, resiko nya sangat berdampak pd diri sendiri/orang sekitar, contohnya saja antibiotik.Sudah banyak yang resisten.


    semoga perkembangan ilmu2 farmasi dapat memecahkan masalah contohnya saja terapi kanker yang masih besar efek sampingnya.

    Hari ini 01 desember 2018 yaitu hari AIDS sedunia semoga ilmu2 farmasi dapat menemukan obat2 bagi pasien Aids. "Jauhi penyakitnya bukan orangnya".

    Thanks.

    BalasHapus
  50. Artikelnya sangat membantu sekali dan bermanfaat, termakasih ya.

    BalasHapus
  51. Artikel yg baik, semoga bermanfaat untuk yang menbaca

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Farmakopor

Masalah : 1. apa itu farmakopor?                  2. Bagaimana Prinsip Dari Farmakopor?                  3. Bagaimana fitur dari farmakopor yang paling banyak digunakan?           Farmakofor merupakan posisi geometrik tiga dimensi dari gugus-gugus yang terdapat di dalam suatu ligan yang membentuk suatu pola yang unik yang dapat dikenali oleh reseptor secara spesifik yang bertanggung jawab terhadap proses pengikatan ligan dengan suatu reseptor dan aktivasi reseptor tersebut.          Farmakofor adalah susunan geometris yang penting dari suatu atom atau gugus fungsi yang diperlukan untuk menghasilkan respons biologis tertentu sehingga dapat dikatakan bahwa farmakofor merupakan bagian penting dari suatu obat. Farmakofor bekerja dengan ca...

HIPERTENSI : Diam-diam Penyakit mematikan

HIPERTENSI : Diam-diam Penyakit mematikan           Hipertensi masih menjadi PR besar bagi masalah Kesehatan di Indonesia. Setiap tahunnya peningkatan masyarakat yang mengidap Hipertensi semakin meningkat. Berdasarkan data Riskesdas 2013, menunjukkan bahwa sekitar 25,8 % Penduduk Indonesia mengidap Hipertensi.           Ditahun 2016, Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) menyebutkan adanya kenaikan persentase Penduduk yang mengidap Hipertensi menjadi 32,4 %. Hingga awal tahun 2018 menurut Riskesdas 2018 menyebutkan penderita Hipertensi meningkat menjadi 34,1 %           Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi sendiri merupakan peningkatan Tekanan Darah Sistolik lebih dari 140 mmHg dan Tekanan Darah Distolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang (United Sta...